TOLAK BALA DI PENDOPO KOTA BANDUNG, MASYARAKAT ADAT JAGA LEMBUR GELAR DOA BERSAMA

kilasbandungraya.com – Kota Bandung, Tolak Bala di Pendopo Kota Bandung Masyarakat Adat Jaga Lembur Gelar Doa Bersama. Masyarakat adat yang bergabung dalam Jaga Lembur dan Pakarang adat Nusantara sukses gelar doa bersama antara pupuh dan kasepuhan. Gelaran yang berlangsung di Pendopo Walikota Bandung ini merupakan ritual adat yang mendoakan agar Kota Bandung dan masyarakatnya menjadi aman, berbudaya, berpendidikan, rukun serta kembali menjunjung ‘Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh.’ Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menitik beratkan bahwa “Kebudayaan sunda merupakan nilai yang luhur dan membuat potensi Pariwisata.”

“Kita juga harus bagaimana melestarikan Kebudayaan kita bahwa budaya sunda ini, ada dan sangat Luhur artinya banyak sekali budaya-budaya sunda ini tentunya memberikan banyak hal kepada kita dalam hal kehidupan itu. Kan, bagaimana keramahannnya orang sunda lalu juga budaya-budaya sunda ini mempunyai nilai yang sangat luhur dan bahkan juga bisa menjadi potensi Pariwisata.” Ujar Drs. Arief Syaifudin, SH sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Kegiatan tersebut juga sebagai satu bentuk upaya mendidik, melestarikan dan menjaga kelestarian budaya khususnya di Kota Bandung. Dalam acara yang berlangsung pada Selasa, pagi 11 Juli 2023 merupakan proses pengukuhan ketua Jaga Lembur pusat dan ketua umum Jaga Lembur Kota Bandung dan Pakarang adat. Setelah prosesi pelantikan acara pun dilanjutkan dengan ziarah ke makam dalam kaum dan Karanganyar.

“Sama-sama lestarikan saya punya prinsip bahwa boleh kita berkembang boleh kita modern, tapi adat jangan pernah kita tinggalkan. Salah satu tugas masyarakat adat yang menjaga alam program samisi (Sabtu, Minggu, tradisi) dan itu akan berjalan setiap Sabtu, Minggu tuh setiap Minggu. Kita berharap memang hasilnya adalah perhatian pemerintah birokrasi bukan permasalahan yang sulit ketika memang kita akhirnya berkolaborasi, bisa berkolaborasi dengan pemerintah atau stick holder rasanya tidak sulit untuk pengembangan adat dan tradisi dibungkus oleh budaya begitu.” Ujar Boboy Yudha selaku Pupuhu Jaga Lembur Pakarang Adat Nusantara.

Sejumlah tokoh adat seniman, tokoh masyarakat kabuyutan Padepokan serta Kasad Bin Mas Polrestabes Bandung turut hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Pangsi Pusaka Karuhun Nusantara.”

“Saya mewakili Bapak Kapolrestabes Bandung menyambut baik dengan terobosan kreatif ini diharapkan ke depan tumbuh jaga lembur untuk menjaga PAM swakarsanya. Karena, icon Tatar Pasundan adalah pangsi sekali lagi mari kita budayakan adat sunda, mari kita lestarikan budaya sunda siapa lagi yang membesarkan budaya sunda kalau bukan orang sunda itu sendiri.” Ujar AKBP. Drs Sutorih, M.Si sebagai Kasat Binmas Polrestabes Bandung.

“Silaturahim antara para tokoh, tokoh budayawan, seniman, tokoh-tokoh sunda yang ada di Jawa Barat. Nah, bersilaturahim di sini berkumpul jadi bisa saling tukar pengalaman Ini dalam rangka jaga lembur angistrenan ketua baru dan ini juga ngamumule pusaka Nusantara pokokna kepada kaum-kaum milenial pakailah pangsi jangan gengsi pakai pangsi, pakai pangsi adalah seksi okey, gaya atuh nya.” Ujar Ki Daus selaku Public Figure.

Acara pun menampilkan berbagai kesenian salah satunya Jaipong dan Pencak silat dari Kota Bandung Jawa Barat.

Tonton via vidio.com

Tonton via YouTube